Minggu, 08 Januari 2012

USAHA BELUT

Tadi, gue barusan nge-nonton TV yang judul acaranya "Bosen jadi Pegawai"
Sempet ga kepikir gua nonton acara itu yang kali ini bertema tentang belut, ada sela-sela yang bikin gue tiba-tiba nge-blank

Iyaa, jadi ceritanya tuh gini,

Jadi ada mahasiswi yang ikut acara itu,
Terus mau coba ikut mengelola belut
Bapak-bapak itu mengelola belut ditempat yang seadanya, yaitu berbekal lahan 10 atau 9 meter? #Apa salah denger ya? -_______- (OH YA ! Nama bapaknya, bapak Fajar Juhiarata)
Terus, mahasiswi itu mau bertanya bagaimana cara mengembang biak-kan belut tersebut
Kemudian, bapak itu menjelaskan tahap-tahap nya, yaitu :
1. Siapkan baskom bekas berbentuk bundar. Ketinggian baskom tersebut kira2 40 cm
2. Ambil lumpur dan kotoran sapi
3. Bentuk lumpur tersebut menjadi gunung agar bisa membuat bolongan untuk belut tersebut
4. Taruh cacing dan ikan-ikan kecil untuk makanan belut karena saat belut memproses, tidak boleh diganggu
5. Taruh 2 belut yang besar dan yang sedikit kecil (biasanya berkelamin ganda)

Lalu, jika ada orang-orang yang kira-kira ingin belajar mengelola dipersilahkan, tetapi memakan biaya Rp 500.000 untuk 2 hari


Dari 500 kg belut yang telah dikumpulkan dijual seharga 40.000 rupiah

Jadi, bisa kita hitung-hitung 1 bulan bisa menghasilkan 20 juta rupiah

Selain usaha mengembang biakkan belut, ia juga memasarkan keripik belut dan ambon belut (Ini yang membuat saya blank)

Keripik belut tersebut dijual Rp 8.500 perbuah (telah dibungkus)

Bagaimana pendapat kalian tentang usaha pengembangbiakkan belut ini?

Ternyata dalam tempat yang seadanya, kita bisa mendapat keuntungan yang tidak terkira! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar